Khasiat Kristal Alga

Mengenal Kristal Alga (Water kefir)

Beberapa hari yang lalu saudara saya membawa sebuah plastik berisi seperti jelly tapi berwarna putih bening, ia mendapatkannya dari saudaranya yang ada di sumatra, ia mengatakan bahwa ini adalah kristal alga dan menceritakan khasiatnya. Setelah itu saya googling dengan kata kunci “kristal alga” dan menemukan banyak tulisan tentang itu. Salah satunya adalah yang saya ambil :

Para peneliti Jepang menyatakan bahwa aktifitas sistem kekebalan yang terdapat dalam tubuh manusia naik menjadi 2x lipat terutama yang disebut sel pembunuh yang mempunyai tugas membunuh sel-sel kanker bila rutin meminum air kristal algae ini. Penduduk di Kaukasus mengetahui keampuhan dari kristal Algae ini dan sudah meminum airnya sejak dari kanak-kanak, makanya di tempat ini mereka dapat berumur panjang, bisa mencapai unur 110 tahun. Menurut peneliti Prof. Meriie yang sepanjang hidupnya meriset tentang algae, mengatakan bahwa daerah kaukasus tidak mengenal penyakit seperti TBC, kanker, maag, dll. Algae-algae ini dapat menyembuhkan asma dan masalah pernafasan dan penyakit lever.Alagae-algae ini menyembuhkan dan menhindarkan pembusukan-pembusukkan dalam usus.

Manfaatnya

Algae Kristal dapat digunakan untuk penyembuhan gangguan tekanan darah tinggi, masalah jantung, ginjal, syaraf dan penyakit dalam. Algae ini juga dapat mencegah secara nyata penyebaran sel-sel kanker. Jika perawatan penyembuhan sudah selesai,

Kesaksian
– tetangga saya (istri seorang penarik becak)… dia menderita kanker payu dara stadium 4 dan sudah tidak dapat bekerja lagi (dia bekerja sebagai buruh pencuci pakaian) …. setalah mengkonsumsi air dari kristal alga ini (alganya diberi oleh istri saya)… alhamdulillah sekarang sudah bisa bekerja lagi
– eks anak buah saya sewaktu saya di Purwadadi (menderita kanker payu dara stadium 3) , sekitar 1 bulan yang lalu datang ke kost saya (Tegal) dam mengambil krstal alga ini yang sudah disiapkan oleh istri saya …setelah mengkonsumsi air dari kristal alga , alhamdulillah sekarang sudah tidak “sekot-cekot”lagi
– kakak ipar saya (Semarang) …. setelah rutin mengkonsumsiair alga ini (kira2 2 minggu)… di pagi hari sudah tidak bersin2 lagi (biasanya kalu bangun pagi pasti bersin2 sampai puluhan kali)..

Bagimana cara mendaptkannya??
Cara mendapatkan kristal alga ini gampang-gampang susah .. biasanya didapat dari kenalan atau kerabat.

Cara Pemeliharaan Kristal Alaga
Cara memelihara Algae ini :

1. Taruhlah sekitar 3 sendok teh Algae Kristal dalam wadah ( semisal teko / moci ) plastik. Beri 1 Liter air minum, 2 sendok teh gula pasir dan 7 buah kismis kering yang telah dicuci dan tidak mengandung belerang/sulfur, diamkan semalam.
2. Keesokan harinya tuang air rendaman itu kedalam botol plastik / gelas. Saring dengan saringan plastik agar Algae Kristalnya terjaring, cuci dengan air minum dan masukkan lagi kedalam wadahnya yang sudah dicuci bersih.
3. Beri lagi 2 sendok teh gula pasir dengan 7 kismis yang kemarin. Tambahkan 1 Liter air minum yang baru, lalu simpan lagi . . . begitu seterusnya. Saran : ketika mengganti air, masukkan juga beberapa tetes air yang sudah siap untuk diminum.
4. Air yang sudah dituang dalam botol/gelas siap diminum sebagai obat.
5. Gantilah kismis kering seminggu sekali.
6. Tanpa pemberian gula pasir dan kismis serta pemakaian wadah dari metal dapat membuat Algae Kristalnya mati. Read more…

Membongkar Konspirasi Yahudi – Wahabi

Tulisan ini akan memaparkan fakta tentang konspirasi Yahudi – Wahabi

Fakta-fakta sejarah a.l.:
1. Kerajaan pendukung utama gerakan wahabi/salafy, kerajaan Saudi, adalah suatu kerajaan yang berdiri dengan jalan perebutan kekuasaan dari Syarif Makkah (Syarif Hussain) oleh Ibnu Saud. Penjagaan Haramain sudah beratus tahun dipercayakan pada keturunan Rasulullah SAW. Padahal, paham wahabi sangat mengharamkan perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah. Mereka menerapkan hukuman mati untuk kudeta, tapi kerajaan mereka didirikan dengan cara ini.

2. Perebutan kekuasaan dilakukan dengan jalan perang, di mana pihak wahabi/Ibnu Saud dibantu langsung oleh orang kafir (Inggris) di antaranya seorang intelijennya yang terkenal bernama Lawrence ([Yahudi?] ada filmnya: Lawrence of Arabia). Jadi sejak awal, pendirian Kerajaan Saudi dibantu oleh orang kafir yang sangat dicurigai bahwa Yahudilah di belakang semua ini karena ketika itu kabinet Inggris sangat dipengaruhi Yahudi.

3. Dalam perang ini banyak terbunuh ulama-ulama ahlussunah terutama keturunan Rasulullah SAW. Memang paham wahabi sangat membenci keturunan Rasulullah SAW karena mereka tahu, salah satu pilar kekuatan umat Islam sebenarnya ada pada keberkatan keturunan Rasulullah SAW.

4.Setelah merebut kekuasaan dan mendirikan kerajaan Saudi, Ibnu Saud dan ulama-ulama wahabi berencana menghancurkan makam Baginda Rasulullah SAW. Usaha ini dihentikan setelah mendapat protes dari seluruh dunia. Dari Indonesia ada dikirim delegasi khusus dari NU yang diketuai KH. Wahab Hasbullah. Delegasi ini mengancam pemerintah Saudi agar menghentikan usahanya tersebut.

5. Kerajaan Saudi dan ulama-ulama wahabi di sana hingga saat ini tidak pernah diketahui jelas memusuhi Israel dan Amerika. Malahan, raja-rajanya berteman akrab dengan pemimpin-pemimpin Amerika.

6. Perusahaan-perusahaan minyak di Saudi sebagian besar adalah perusahaan Amerika yang nota bene milik orang Yahudi. Aramco dan lain-lain itu milik Yahudi semuanya. Read more…

PENGAKUAN MANTAN KADER PKS part 2

(sambungan part 1)
Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo
ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun
dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang
kebencian terhadap agama atau aliran lain seperti bagaimana kejamnya
kaum nashoro (nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, yahudi
yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII
yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami dengan Maulidnya, Ziarahnya , dst.
Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika
saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan
teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah
orang-orang yahudi dan nashoro.
Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk
mujahid-mujahid di Palestina dan Afganistan (kadang saya berpikir
kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah
menghadiahkan kemerdekaan terhadap kita). Sejujurnya saya lebih
tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat
seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang
surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azabNya.
Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya
sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT
lebih cepat dari murkaNya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya
dapat menghapus kemarahanNya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya
mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah
dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian.
3. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika
saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan,
juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya
ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang
se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.
Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi
budaya Arab Saudi. Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung
pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi
acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa
memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD). Saya ingat dulu, karena
saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan
bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan menari
sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.
Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari
Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa
mencapai indonesia mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah
minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah
haji.
Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan
merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat
muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh
lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab
Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah
melalui invasi kebudayaan.
Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab
akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih
kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.
Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab
yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan
menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi
mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan
Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah
NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non
muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta
merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat
itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.
Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam
akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas
kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerha yang mayoritas
penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh
Cina.
Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang
memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam
pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan
terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga berbagai
produk kebijakan seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata
hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan
bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai
keberhasilan Islam. Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS
belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan
permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi,
trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan
permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh
masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa
berpakaian dan berperilaku.

(penghargaan dari Arab yang salah alamat….atas jasa apa?????)

Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman
saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang
dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.
Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya
hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim,
karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi
negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya.
Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan
melindunginya.
Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama
ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian.
Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai
atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat
manusia, anak cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara
karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut
“sa-udara”.Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan
para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan
membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan
sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara.
Wallahu A’lam Bis-Shawab Wallahul Musta’an.

PENGAKUAN MANTAN KADER PKS part 1

Berpikirlah jernih dan Obyektif tentang suatu partai yang suka teriak teriak ” Ini Bid’ah….Itu Bid’ah…Maulid Bid’ah….Ziarah haram….. .biar tidak asal ngomong sembarangan di masjid dan di forum.
Catatan ini berasal dari Seorang Kader PKS ( PARTAI KEADILAN SEJAHTRA) bernama arbania fitriani dari Universitas Indonesia Depok yang di tulisnya di Facebook , inilah Tulisannya
Benarkah PKS Pro Rakyat Indonesia?
A TESTIMONY FROM EX PKS CADRE
Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk
menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di
Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan
renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.
Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara
objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar
mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati
masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta
jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan
orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.
Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita
saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca
mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis
sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.
Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari ‘am sirriyah sampai
ke ‘am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam
berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS
masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.
Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,
yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro’ah (MS), lingkaran ke
dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong
dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam.
Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas,
sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama
dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur
seperti yang telah saya terangkan.
Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan
politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah
basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri
atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun
pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan, dan struktur
lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi
di tingkat nasional.
Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang
duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah
orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah
mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. Tapi tidak banyak juga
yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader
pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS
yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai
mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk
berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya
akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat
fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.
Dalam MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan
mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul (ah)
ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang
membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi
pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi
liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam
lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial
& politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni
BEM dan MPM).
Di lingkaran ke dua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah
yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk
dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan yang
terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat
atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan
memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat
oleh MS.
Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah
seorang menjadi kader yang militant? Jalan pertama adalah menguasai
Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai
maka akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan
mahasiswa baru.
Saat orientasi Mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk kelompok
kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan
ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini
akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring
orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwah militan, bahkan orang
yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi
seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.
Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia
menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari
HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan
dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla
kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat
kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap
instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan
kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya.
Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos
kuliah, dll.
Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali
teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK).
Dulu saya merasa kasihan dengan mereka, karena yang saya tahu –
diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih
atau tausiyah (semacam kultum) – bahwa dalam jalan dakwah ini selalu
akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah, mereka adalah
orang-orang futur (berbalik ke belakang).
Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan
sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa
tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari
ADK padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang
yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi
dosen atau karyawan tetap di kampus).
Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk
keluar, antara lain:
1. Adanya ekslusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang diluar
ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka
adalah adalah orang ‘amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang
sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi
lebih khusus lagi) dan orang ‘amah adalah orang yang belum mengenal
tarbiyah.
Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ‘amah
karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi future,
bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. Istilah khos dan
a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidaknmanusiawi dalam
menghadapi teman saya yang ‘amah.
Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika
saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami apalagi bisa menjadi
ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa
menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK
adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan
lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.
2. Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang
membuat saya tidak sreg, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan
liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya
pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, mski orang
tua saya sakit dan harus menjaganya, maka saya harus tetap datang liqo
(entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang
kurang manusiawi ini).
Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya,
padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya,
masih banyak sekali kebenaran di luar sana. Bahkan buku bacaan pun
diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah
wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat
islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang
karena seandainya islam itu memang benar rahmatan lil alamin maka
ilmunya pun pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di
PKS semata.

(bersambung ke part 2)

Amir Wahabi Saudi Bergelimang Whisky, Wanita dan Senjata

Marilah kita rehat sejenak dan marilah kita melihat tingkah-polah kehidupan para Amir Kerajaan Wahabi (Saudi Arabia) di Negara Barat. Bagi orang yang sering bepergian keluar negeri tentu tidak akan heran membaca -kisah kehidupan para Amir atau pangeran Wahabi- dibawah ini (Tapi bagi para santri Wahabi tentu sebagai hal yang baru, maklum kisah kehidupan para Amir di Negeri Seribu Muthowwek ini haram hukumnya untuk di ekspos). Dan juga bagi orang yang sering keluar masuk hotel berbintang baik di jakarta maupun yang pernah melancong ke negeri seberang -Thailand- maka mereka tidak akan asing melihat kehidupan para turis-turis muda maupun tua dari negeri Wahabi ini yang selalu akrab dengan wanita dan wishky. Jika itu tentang rakyat biasa negeri wahabi, maka marilah kita nikmati sajian kisah kehidupan para Amir (pangeran) Wahabi ini yang selalu disanjung dan dihormati oleh agamawan-agamawan wahabi di negerinya.

Tulisan di bawah ini adalah terjemahan (di terjemah teman Abu Salafy) dari tulisan koran The Age, Sengaja kami menyingkat tulisan tersebut agar tidak bertele-tele, bagi pembaca yang ingin membaca tulisan aslinya kami persilahkan mengklik disini: http://www.theage.com.au/

Mantan Ambassador amerika, Pangeran Bandar bin Sultan membantu negosiasi tentang pembelian senjata yang ditandatangani oleh menhan Saudi Pangeran Sultan bin Abdulaziz [tengah] dan mantan menhan inggris, Michael Heseltine (kanan).

David Harrison
Juni 12, 2007

Larut malam, pesta dugem itu makin ramai, dentum music bertalu, whisky dan champagne terus mengaliri semua tenggorokan. Di dalam sebuah penthouse di hotel mewah bintang lima, London hotel, enam orang cewek Inggris, kebanyakan berpakaian minim dan super ketat membangkitkan gairah syahwat lelaki, ndusel-ndusel [menggeliat-geliat] di tengah para pangeran kaya dari Saudi Arabia, sambil tertawa cekikikan begitu gebitnya.

Sebuah wadah penuh bubuk putih dengan sendoknya diedarkan. Berkali-kali pasangan itu menyelinap keluar kamar lalu muncul kembali setengah jam kemudian untuk mencari teman.

Seorang millionaire inggris berdiri dekat jendela menatap Hyde Park, sambil menenggak minuman berbau menyengat. Read more…

Makam Mbah Wahab Hasbullah Menebar Bau Harum

JOMBANG- Fenomena masih utuhnya jasad dan kain Kafan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ternyata juga pernah dialami oleh tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU), KH Wahab Chasbulloh.

Makam Mbah Wahab di Dusun Gedang, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang itu pernah menebar bau harum. Tepatnya 15 hari setelah pemakaman.

Hal itu diceritakan oleh Toha Maksum, Mantan Sekretaris I Pengurus Cabang Nahdotul Ulama (PCNU) Kota Surabaya ketika berziarah ke makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng. Toha mengaku, kejadian itu ketika dirinya masih ‘nyantri’ di Ponpes Tambakberas. Saat itu makam Mbah wahab ambles. Meski sudah 15 hari terkubur kain kafannya tetap utuh. Anehnya, waktu itu makam Mbah Wahab menebarkan bau harum.

“Hanya saja, waktu itu tak banyak yang tahu hanya tiga orang santri. Saya dan dua santri lainnya. Setelah mengetahui hal itu ia kemudian melaporkan ke keluarga pondok dan langsung menutupi makam Mbah Wahab,” kata Toha, Sabtu (19/2/2011).

Menanggapi fenomena jasad dan kain kafan Gus Dur masih utuh, pria asal Benowo, Surabaya itu mengaku sempat takjub. Namun dengan melihat sepak terjang Gus Dur semasa hidup dan yang disebut sebagai seorang Walliyulloh tentunya bisa diyakini kebenarannya. Toha sendiri merupakan salah satu dari jutaan pengagum mantan Presiden RI ke IV itu.

Ia menceritakan, kekagumannya dibuktikan ketika Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden pada 2001 silam. Saat itu ia nekad berangkat ke Jakarta untuk membela tokoh yang dikaguminya. Toha tak rela Gus Dur dilengserkan. Sementara kedatangannya ke Makam Gus Dur kali ini karena penasaran dengan kabar tersebut.

“Alhamdulillah, sampai di Tebuireng amblesnya makam Gus Dur sudah diperbaiki. Rencananya sore ini saya langsung balik ke Surabaya,” tambah Ma’sun.

Gus Dur Bisa Bicara dengan Arwah Hasyim Asy’ari!

JOMBANG – Kiprah tiga sahabat almarhum Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, belum banyak terekspos. Padahal bila berkunjung ke Jombang, Gus Dur selalu meminta nasihat dari tiga orang ini.

Tak hanya sebagai teman berdiskusi, tiga ulama itu dikabarkan memiliki kemampuan menjadi perantara Gus Dur untuk bertemu dengan arwah kakeknya, pendiri organisasi Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari.

Mereka adalah KH Hakam Khaliq, KH Ishaq Latif, dan KH Hasyim Karim. “Setiap Gus Dur datang ke Jombang untuk berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, tiga orang ini pasti menemani,” ujar pengurus Pesantren Tebuireng, Misbahul Munir, Senin (4/1/2010).

KH Hakam dan KH Hasyim Karim merupakan sepupu Gus Dur. Sementara KH Ishaq merupakan salah satu staf pengajar di Pesantren. “KH Hakam dikenal sebagai ahli ilmu kebatinan. Ada pun KH Ishaq merupakan pakar ilmu tata Bahasa Arab. Sedangkan Gus Aying (KH Hasyim Karim) ahli di bidang politik,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap kali ke Jombang, Gus Dur pasti bertemu ketiga orang ini. Mereka pun selalu mendampingi Gus Dur saat menggelar ritual di pusara pendiri NU.

Usai berziarah, mereka pun selalu berdiskusi di rumah KH Hasyim Asy’ari. Kabarnya ketiga orang ini yang membantu Gus Dur berkonsultasi dengan arwah KH Hasyim As’ari. “Kalau dengan keluarga di sini, Gus Dur cuma ngobrol-ngobrol sebentar,” ujar Misbahul.

Gus Hakam ketika dikonfirmasi mengaku selalu dihubungi Gus Dur apabila berada di Jombang. “Bahkan kalau ziarah ke mana pun, saya biasanya diminta mendampingi,” ungkap Misbahul.

Mentor Madrasatul Quran Pesantren Tebuireng, KH Mustain Syafi’i membenarkan bahwa ketiga orang tersebut merupakan sahabat dekat Gus Dur. Mereka senantiasa mendampingi Gus Dur berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari. “Biasanya pada tengah malam,” tandas Misbahul.